Kepsek SDN Haurpanggung Diduga Pungli Arogan, " Suami Hakim " Orangtua Bayar Perpisahaan Nunggu Tabungan Sekolah

Disdik Garut

MPI GARUT | Orang tua siswa siswi SDN Haurpanggung 2, kelas 6, bayar perpisahan nunggu tabungan yang dibagikan pihak sekolah.

Sebut saja bungga mawar ( bukan nama sebenarnya -red) pada saat dikonfirmasi orang tua bunga mawar mengatakan bahwa pihak sekolah telah merapatkan para orang tua tampa di hadiri komite sekolah.

Dalam rapat untuk perpisahan para orang tua di minta sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah -red) untuk Map Ijasah, Mendali nama sekolah, sewa baju batik, kado guru guru serta infak.

Beberapa Orang tua siswa siswi keberatan akan hal demikian, dengan ekonomi sulit tahun ini , buat sehari hari tidak cukup pak papar ibu dari siswi yang tidak mampu.

Terpaksa kami menunggu uang tabungan anak saya yang di kelola oleh alm Ade yang baru meninggal dunia,

Pernah kami para orang t bu bubuua menanyakan dan meminta untuk dibagikan, akan terapi pihak sekolah diam seribu bahasa.

Sementara pada saat dikonfirmasi, Hj Enur yang kurang menagapi atas pertanyaan dilontarkan.

Hj Enur sepotan mengatakan dengan Arogan bahwa Suami saya adalah Hakim di Bandung.

Untuk apa menanyakan Tabungan siswa siswi , kenapa pula tahu yang mengelola tabungan alm, Ade., dari Siapa wartawan tahu.

Walaupun alm Ade sudah meninggal, tabungan menjadi tanggungan saya sebagai kepala sekolah, pungutan untuk perpisahan di akui di kumpulkan di guru agama.

Disdik Kab Garut, Benny Kasi Kesiswaan Tingkat SD, kami akan datang menemui Kepala SDN Haurpanggung 2 , -yang di diduga lakukan pungli dan dugaan uang Tabungan siswa siswi terpakai.

Dilain tempat Relawan Peduli Pendidikan Indonesia Raminto Ketua Umum RAPPI menegaskan bahwa oknum kepala sekolah SDN 2 , belum siap menjadi kepala sekolah.

Sebab seorang pigur pemimpin harus berani bertanggung jawab dan propesional dalam menjalankan tugas.

Kami Relawan Peduli Pendidikan Indonesia, dengan keadaan seperti ini

Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Asep Wawan , harus bertindak agar para kepala sekolah yang tidak mampu dan berani memungut uang dari orang tua siswa siswi , perlu ditindak serta di copot jabatannya sebagai kepala sekolah papar Raminto. *
** Sanusi

0/Post a Comment/Comments

TOTAL VISITS :