BANDUNG, MPI | Akhirnya terbongkar antara kabid yang baru dengan kabid lama yang sempat menjabat Sekdis (Seketaris Dinas Pendidikan Kota Bandung - red).
Setelah ada pernyataan dari kepala sekolah Rohman S.Pd dan Ketua PC Yayasan Muhamadiyah Moch Syarifuddin yang menyatakan bahwa tahun 2023, pihaknya diberitahukan oleh Kasi Sarana Prasarana Pa Epsa .
Roman memaparkan bahwa Disdik Kota Bandung, Epsa mengatakan bantuan di atas dari Rp. 500 juta, harus di kerjakan pihak ke tiga ( Cv. Pt - red) apalagi ini Rp. 900 juta ke atas.
Lebih lanjut Roman mengatakan apabilah APH penegak hukum memanggil, kami Siap karena tidak ada sepeser pun bantuan DAK ( dana Alokasi Khusus - red) yang masuk rekening Sekolah ataupun Yayasan.
Sementara itu pada saat di temui Kabid yang baru , EPSA , ia membenarkan bahwa bantuan tahun 2023 Muhamadiyah mendapat bantuan dari pusat berupa DAK , yang harus di Swakelola , ujarnya.
Di lain tempat Budi Sekjen Lsm. Penjara di Jakarta, kepada MPI mengatakan bahwa diiduga telah terjadi Grafikasi di lingkungan dinas pendidikan kota Bandung.
Yang artinya Oknum mantan kabid lama dengan kabid baru saling tuding.
Kami heran dengan kinerja dari Inspektorat kota Bandung , apa benar sudah sesuai dari laporan Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan pemeriksaan di lapangan.
Jelas ini ada dugaan oknum berbagi bolu," ucap Budi sambil tertawa.
Kami membuat 3 surat satu untuk disdik, surat ke dua buat Inspektorat dan APH ( aparat penegak hukum - red)
Melalui washtApp tim MPI, mantan Sekdis sekaligus mantan kabid Dani Nurahman, dalam wa nya mengatakan sebelum jadi kabid tahun 2023 menjadi kasi sarana prasarana dinas pendidikan kota Bandung.
** S. Cahyadi
Posting Komentar